Pilih Tenderloin atau Sirloin? Ini Perbedaannya

Sama seperti hewan lain, daging sapi juga memiliki banyak bagian. Beberapa yang paling digemari adalah tenderloin dan sirloin. Selain teksturnya yang berbeda, dari segi rasa juga lebih juicy dan empuk, sehingga harga jualnya sangat mahal.

Mungkin bagi masyarakat Indonesia istilah tenderloin atau sirloin masih terdengar asing. Namun, di kalangan pecinta steak, keduanya sangat populer.

Tenderloin atau Sirloin

Untuk itu, agar tak salah paham, kami akan membandingkan keduanya, sehingga Anda bisa mengetahui perbedaan dan memutuskan sendiri mana yang lebih bagus tenderloin atau sirloin.

Pilih Tenderloin atau Sirloin?

Ketika memilih daging sapi untuk dibuat steak, tenderloin dan sirloin sangat disarankan. Keduanya memiliki tekstur yang lebih lembut dan gurih dibanding bagian lain. Namun, sebaiknya pilih potongan yang tanpa lemak atau biasa disebut extra lean cut.

Sebelum memilih mana yang lebih bagus, mungkin kamu penasaran apa beda tenderloin dan sirloin. Untuk menambah pengetahuan, silahkan simak ulasan di bawah ini.

Perbedaan Tenderloin dan Sirloin

Kalau masih bingung membedakan keduanya, berikut perbedaan tenderloin dan sirloin dari segi rasa, tekstur, hingga harga.

  1. Tekstur dan Rasa

Selanjutnya, perbedaan tenderloin dan sirloin cukup signifikan dari segi tekstur. Daging bagian sirloin sedikit lebih padat dan berotot, sehingga ketika dimasak menjadi steak atau hidangan lain teksturnya cenderung keras dan sulit empuk.

Tenderloin atau Sirloin

Sementara tenderloin, tekstur dagingnya sangat empuk dan juicy. Cocok untuk dibuat berbagai jenis hidangan, khususunya steak. Selain itu, rasanya juga lebih gurih.

Nah, sudah jelas kan? Dari poin ini mungkin Anda sudah dapat memutuskan sendiri, lebih enak tenderloin atau sirloin.

  1. Kandungan Lemak

Dua jenis daging ini merupakan bagian yang lemaknya paling sedikit. Tapi, kalau ditanya lebih berlemak sirloin atau tenderloin, kandungan lemak tenderloin lebih banyak. Sehingga tidak disarankan untuk Anda yang sedang dalam program diet.

Biasanya di dalam 100 gram daging, tenderloin mengandung 20 gram lemak, sedangkan sirloin hanya 14 gram. Namun, ini tergantung dari jenis sapi. Karena umumnya, kandungan lemak sapi impor dan sapi lokal sangat berbeda.

  1. Letak Daging

Apa yang dimaksud dengan tenderloin? Singkatnya, ini adalah bagian dari daging yang berada di bagian tengah badan sapi. Tenderloin juga sering disebut has dalam dan sangat mudah dikenali karena tampilannya sangat berserat.

Sementara sirloin berada di bawah bagian iga sapi dan biasa disebut daging has luar. Sehingga teksturnya sedikit lebih keras. Namun, sirloin memiliki kadar lemak yang lebih sedikit dibanding bagian lainnya, seperti tenderloin dan rib eye.

Tenderloin atau Sirloin

|| Baca juga : Perbedaan Mentega dan Margarin yang Wajib Diketahui

Dalam struktur tubuh sapi, letak sirloin menyelimuti daging tenderloin yang terdiri dari otot-otot untuk sapi bergerak. Sehingga tak heran ketika dimasak, sirloin tidak seempuk tenderloin.

  1. Harga Daging Mentah

Dari segi harga, perbedaan dua jenis daging ini tidak terlalu jauh. Misalnya, untuk daging dengan berat 1kg, tenderloin dan sirloin sama-sama dihargai Rp200 ribu. Namun, untuk daging lokal, harganya lebih murah, berkisar Rp100 ribu – Rp130 ribu.

Kesimpulan

Nah, dari beberapa penjelasan di atas, sudah paham kan perbedaan tenderloin dan sirloin? Intinya, tenderloin memiliki tekstur yang empuk dan rasa lebih gurih. Namun, sirloin sangat cocok dijadikan makanan untuk program diet karena rendah lemak.

Meskipun begitu, untuk mendapatkan dua jenis daging ini, Anda harus membelinya di supermarket dengan harga yang cukup mahal. Berdasarkan poin-poin di atas, menurut Anda mana lebih bagus tenderloin atau sirloin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*